Minggu, 22 Juli 2012

DOA ADALAH RAMUAN YANG AJAIB

Minggu, 27 MEI 2012

RENUNGAN KHUSUS

DOA ADALAH RAMUAN YANG AJAIB

‘Pray is a magic ingredient’ jika diterjemahkan didalam bahasa Indonesia sehari–hari maka artinya: doa adalah ramuan yang ajaib. Jika itu tentang makanan, rahasia lezatnya rasa suatu makanan tergantung pada ramuannya sehingga orang bisa berkata: “Rasanya luar biasa!”, dan makanan tersebut akhirnya menjadi makanan favorit banyak orang.

Isi hati Tuhan untuk Indonesia adalah “TRANSFORMASI” dan proses transformasi di dalam keluarga, kota serta bangsa ini harus dimulai dengan doa karena ada tertulis: “Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” (Yakobus 5:16b).

Transformasi bangsa hanya bisa terjadi oleh kuasa Kasih Tuhan didalam nama Yesus Kristus dan jika kita perhatikan didalam Alkitab, doa selalui mendahului penyataan Kuasa dan Kemuliaan Tuhan:

• Dalam Pentahbisan Bait Salomo

Ketika Salomo mengakhiri doanya, api pun turun dari langit menyambar korban bakaran itu, dan kemuliaan TUHAN memenuhi Bait Allah. Para imam tidak bisa memasuki tempat itu, karena kemuliaan TUHAN yang sedemikian pekatnya. Ketika segenap orang Israel melihat api itu turun dan kemuliaan TUHAN meliputi rumah itu, berlututlah mereka di atas lantai dengan muka mereka sampai ke tanah, lalu menaikkan penyembahan syukur bagi TUHAN. (2 Tawarikh 6-7).

• Dalam Konflik Elia vs Ahab

Ketika Elia berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan, mujizat pun terjadi. Saat berhadapan dengan Ahab, Elia berkata, “Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel, yang kulayani, sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan.” (1 Raja-Raja 17:1). Maka yang terjadi adalah hujan benar-benar tidak turun selama tiga setengah tahun. Namun ketika Elia berdoa kepada Tuhan supaya turun hujan, langit pun menurunkan hujan. Tertulis: “Maka dalam sekejap mata langit menjadi kelam oleh awan badai, lalu turunlah hujan yang lebat.” (1 Raja-Raja 18:45a).

• Dalam Pelayanan Tuhan Yesus

Bahkan Tuhan Yesus ketika Ia ada di dunia untuk melakukan kehendak Bapa di surga; Ia memulai hari-Nya dengan berdoa, seperti ada tertulis : “Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. (Markus 1:35).

Demikan juga ketika Ia harus mati tergantung di kayu salib untuk menebus kita, Ia mengawali dengan doa : “Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan.” Kemudian Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya, lalu Ia berlutut dan berdoa, kata-Nya : “Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.” Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya.

Seandainya di sebuah istana, sang rajanya merasa lapar; lalu jurumasaknya membuat makanan dengan ramuan yang istimewa. Raja sangat menikmati makanan tersebut, merasa puas dan hatinya senang. Apa yang terjadi? Ketika sang raja sedang diliputi kepuasan; seluruh istana juga akan tenteram.

Selaras dengan ilustrasi tersebut, doa bersama seluruh Tubuh Kristus dalam unity adalah ramuan ajaib yang menyenangkan hati Raja di atas segala raja, sehingga transformasi pasti terjadi di bangsa kita dan di seluruh dunia.

Salah satu dari tujuh pesan Tuhan yang penting di tahun 2012 ini adalah “gelombang besar yang akan datang.” Gelombang itu adalah gelombang-Nya Tuhan yang akan menggoncangkan langit; bumi; laut dan darat, sehingga akan membuat banyak orang takut, namun kita harus menyadari bahwa hal itu merupakan rancangan Tuhan untuk menarik banyak jiwa–jiwa datang kepada Tuhan, untuk dipulihkan. Saat ini Tuhan sedang mengajak kita umat-Nya untuk masuk dan menikmati gelombang-Nya Tuhan yang dahsyat itu, dan menjadi teman sekerja-Nya didalam menyatakan kasih dan kuasa-Nya.

Tanggal 17 Mei 2012 yang lalu kita bersama–sama memperingati hari Kenaikan Tuhan Yesus. Marilah kita merenungkan makna peristiwa itu dan apa pesan Tuhan bagi kita. Ia melarang murid–murid-Nya meninggalkan Yerusalem dan menyuruh mereka tinggal di situ dan menantikan janji Bapa yaitu Baptisan Roh Kudus (Kisah Para Rasul 1:4–5).

Ketika ke 120 murid Tuhan taat dan berkumpul di loteng atas di Yerusalem dengan bertekun dan sehati dalam doa bersama–sama (Kisah Para Rasul 1:14); sepuluh hari kemudian janji Bapa digenapi yaitu pada hari Pentakosta; “Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.” (Kisah Para Rasul 2:2–4).

Mengapa pencurahan Roh Kudus terjadi di Yerusalem? Lalu apa makna rohani melalui kejadian tersebut bagi kita di jaman ini? Bila kita mengingat pelayanan Yesus sewaktu berada di bumi, Ia sering mengajarkan Firman di Bait Allah yang berada di Yerusalem (Yohanes 8:1-2; 7:14-16). Lalu nubuatan dari nabi Yesaya “Sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem.” (Yesaya 2:1–3).

Jadi perintah untuk tidak meninggalkan Yerusalem artinya jangan meninggalkan Firman Tuhan dan terus bertekun melakukan Firman Tuhan, maka kita akan mengalami penggenapan janji-janji Tuhan, serta dipenuhi oleh Roh Kudus.

Dari peristiwa yang terjadi pada hari Pentakosta, maka kita bisa menangkap pesan penting dari Tuhan untuk saat ini adalah : “Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.”, yaitu bahwa Tuhan ingin agar kita hidup sebagai “Orang benar“ yaitu :

1. Hidup Tidak Bercela

Firman Tuhan menegaskan pula bahwa apabila orang benar berseru-seru (berdoa) kepada Tuhan dia akan memperoleh pertolongan, karena : “Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong;” (Mazmur 34:16).

Sesungguhnya, pada jaman ini tidak mudah bagi kita untuk hidup sebagai orang benar di tengah–tengah dunia yang sedang diliputi kegelapan. Konsekuensi yang dihadapi sa-ngat besar, tetapi puji Tuhan, Yesus berkata ; “Janganlah takut!”

“Sesuai dengan janji yang telah Kuikat dengan kamu pada waktu kamu keluar dari Mesir. Dan Roh-Ku tetap tinggal di tengah-tengahmu. Janganlah takut! Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat;”(Hagai 2:6–7) .

2. Hidup Dalam Unity

Bersama seluruh elemen Tubuh Kristus lainnya kita mengamalkan Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus. Halangan untuk unity adalah kesombongan serta sifat mementingkan diri sendiri dan iblis akan “menebar godaan dan merangsang” agar hal itu semakin menguasai hati manusia.

Iblis sedang mengendalikan orang–orang Kristen yang tidak hidup didalam kebenaran, memperalat mereka untuk “menebar“ benih kesombongan dan mementingkan diri sendiri (ego) sehingga issue-issue seputar harga diri, doktrin, tata ibadah, program dan lain–lain nya berpotensi untuk memicu perpecahan.

Tahun 2012 adalah tahun Peperangan Rohani. Iblis tidak takut dengan seberapa banyak gereja yang mau kita bangun, iblis juga tidak takut berapa banyak jam kebaktian yang mau kita buka, bahkan iblis tidak takut dengan berapa banyak jemaat yang selalu hadir di dalam ruang kebaktian, tetapi yang membuat iblis gemetar adalah ketika berhadapan dengan gereja yang unity dan bergerak selaras dengan hati-Nya Tuhan.

“Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga didalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.“ (Yohanes 17:21).

Ketika kedua hal tersebut dilakukan oleh Tubuh Kristus maka doa–doa yang dinaikkan kepada Tuhan siang dan malam baik di mezbah keluarga, di kantor-kantor, di sekolah-sekolah, di menara–menara doa; akan menjadi suatu “ramuan yang ajaib” sehingga Tuhan berkenan menjawab doa-doa kita, Halleluya!

WPA yang pertama diadakan di Korea Selatan yang dihadiri ribuan orang dari bangsa–bangsa, pada waktu itu ada sekitar 300.000 orang berdoa di tepi sungai dan dampaknya gelombang itu terus bergerak keseluruh dunia sampai ke Indonesia dan pada puncak acara WPA kedua pada tanggal 17 Mei 2012 terjadi gerakan doa bersama Tubuh Kristus di Gelora Bung Karno – Jakarta yang dihadiri tidak kurang dari 100.000 orang, bersamaan dengan gerakan doa yang serempak di lebih dari 370 kota di Indonesia; belum termasuk yang di bangsa–bangsa.

Acara doa bersama di Gelora Bung Karno tersebut begitu luar biasa dan Kemuliaan Tuhan begitu nyata di mana pada saat itu juga Gembala Sidang / Pembina kita yang berkesempatan untuk menyampaikan pesan Tuhan serta mengajak seluruh umat menyembah Tuhan, dan diakhiri melepaskan pengurapan dengan memperkatakan “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kisah Para Rasul 1:8).

Apa yang membuat WPA pertama dan kedua ini mempunyai dampak yang supranatural? Jawabannya adalah karena tubuh Kristus memiliki gaya hidup sebagai orang benar yang mau hidup di dalam kebenaran dan mau bertekun dengan sehati didalam doa bersama–sama.

Melalui WPA yang baru lalu semakin jelaslah kepedulian Tuhan terhadap dunia yang sangat membutuhkan kasih dan kuasa Tuhan. Masih ada begitu banyak hal–hal yang sedang mengancam kehidupan manusia, kuasa kegelapan semakin frontal melancarkan serangannya untuk membuat Tubuh Kristus semakin lemah dan tidak berdaya sehingga manusia binasa karena terikat kuasa dosa.

Oleh karena itu mari kita bangkit! Waktu-Nya sudah sangat singkat! Tidak ada lagi waktu untuk menyibukkan diri dengan hal-hal yang sia–sia! Ini waktunya kita melangkah masuk ke dalam gelombang yang baru; yaitu gelombang-Nya Tuhan yang sudah datang melanda Indonesia dan dunia ini; saling menjaga agar kita tetap hidup didalam kebenaran dan penuh Roh Kudus serta terus bertekun dengan sehati didalam doa yang tidak putus–putusnya agar transformasi terjadi di Indonesia dan bangsa-bangsa sampai bumi penuh dengan Kemuliaan Tuhan! Amin.

(FM)

0 komentar:

Poskan Komentar