Minggu, 22 Juli 2012

KESATUAN HATI (1)

Minggu, 22 JULI 2012

RENUNGAN KHUSUS

KESATUAN HATI (1)

Kesatuan hati berbicara mengenai orang-orang yang memiliki berbagai ragam latar belakang, kebudayaan, pengalaman hidup, pendidikan, status sosial, namun bisa terhubung dengan harmonis satu sama lain; bahkan mencapai kesesuaian dalam pola pikir, tujuan dan hidup dalam persekutuan yang indah. Sebagai sebuah pribadi, setiap orang tentu memiliki prioritas, tujuan dan kepentingan yang sifatnya pribadi, namun dalam suatu persekutuan rohani kita mencapai kesatuan dengan menaklukkan diri kita kepada pikiran dan perasaan Kristus; dan dibangun didalam Kristus.

Kekristenan adalah hubungan; dengan Allah dan dengan sesama manusia. Kita tidak dapat mengekspresikan iman Kristen kita tanpa memiliki keintiman dengan Tuhan dan keharmonisan dengan sesama.

EMPAT MAKNA KESATUAN HATI

1. Seperti Sebuah Bangunan

Gambaran pertama yang digunakan Alkitab untuk menjelaskan tentang kesatuan hati adalah seperti seperti ditanam ke dalam sebuah gedung.

“Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan [secara rohani] menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.” (Efesus 2:22).

Kita adalah Bait Allah.

Yang paling penting dalam sebuah bangunan adalah bagian-bagian itu harus cocok satu dengan yang lain. Tidak boleh ada satu tiang yang lebih pendek daripada tiang lainnya. Bila ada pipa yang terlalu pendek satu cm, atau terlalu panjang, Anda tidak dapat mempergunakannya. Bila ada pintu yang terlalu lebar setengah cm, pintu itu tidak akan bisa dibuka. Bangunan itu baru berfungsi dengan baik, bila semua bagiannya cocok satu dengan yang lain.

Supaya bangunan itu terwujud dengan baik, segala sesuatu harus terhubung dengan baik, sekalipun bangunan itu terdiri atas paduan begitu banyak jenis bahan / material, antara lain: kayu, batu bata, batu gunung, pipa, besi beton, semen, pasir, kabel listrik, cat, genteng dan lain-lain. Bahan-bahan itu semuanya terpadu dan terhubung dengan apiknya, sehingga bangunan itu sungguh sangat baik.

Ini benar-benar merupakan gambaran kehidupan. Ada orang-orang yang datang dan berada di dalam keluarga Gereja kita. Kita semua datang setiap Minggu dan berada di dalamnya. Tetapi ada di antara mereka yang tidak benar-benar terhubung dengan keluarga gereja ini. Hal itu seperti :

•   Sebatang pipa yang menempel di suatu tempat dalam bangunan; namun tidak terintegrasi dalam sistem perpipaan bangunan tersebut, sehingga tidak bisa berfungsi sama sekali.

•   Sebatang tiang yang tegak secara terlepas; terintegrasi dengan struktur bangunan, ia hanya menunggu waktu akan roboh; karena tidak memperoleh topangan dari struktur di sekitarnya.

Intinya adalah bahwa bila kita tidak tertanam dalam suatu bangunan, itu adalah ibarat elemen yang tidak tertanam / terhubung dengan struktur Bait Allah; tidak mendapatkan dukungan apa-apa dan tidak bisa memberikan kontribusi sama sekali, serta tidak mengalami dukungan ketika hidup kita sedang berada dalam sebuah krisis.

“Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.

Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.” (Efesus 2:19-22).

2. Seperti Tubuh Manusia

Salah satu gambaran yang paling umum tentang gereja dalam Alkitab adalah Tubuh Kristus. Kita adalah Tubuh Kristus. Apa yang dilakukan Yesus Kristus ketika ia berada dalam tubuh jasmani-Nya – berjalan dan melakukan banyak kegiatan – itu juga yang ingin terus dilakukan-Nya sampai sekarang.

Kita adalah tubuh Kristus di dalam dunia.

•   Kita adalah kaki, tangan Kristus.

•   Kita adalah telinga, mata, mulut, hidung, tangan Kristus.

•   Kita adalah hati Kristus bagi dunia dewasa ini.

Dan secara bersama-sama; Gereja adalah tubuh Kristus.

Semua orang tahu bahwa memiliki tubuh yang lengkap berarti semua bagian tubuh harus menempel. Tidak mungkin Anda memiliki tangan yang terlepas, jempol yang terlepas, telinga yang terlepas atau yang sejenisnya. Alkitab berkata “Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.” Perhatikan, tidak dikatakan bahwa kita terhubung hanya dengan Allah, melainkan juga terhubung satu dengan yang lain. Ketika kita membohongi seseorang, maka akhirnya kita akan membohongi diri sendiri juga. Mengapa? Karena kita terhubung satu dengan yang lain sebagai satu tubuh.

Tubuh kita terdiri atas banyak anggota tubuh. Setiap anggota ada tugasnya sendiri-sendiri. Begitu juga dengan Tubuh Kristus. Meskipun kita berjumlah banyak, namun kita merupakan satu tubuh dan kita juga bersatu pada Kristus. Dan kita masing-masing berhubungan satu dengan yang lain sebagai anggota-anggota dari satu tubuh.

“Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain.” (Roma 12:4-5).

Ayat ini sangat penting; mari kita berhenti sejenak di sini. Dalam ayat ini terdapat beberapa hal tentang Kesatuan Hati. Dikatakan bahwa dalam Gereja, masing-masing kita adalah berbagai bagian yang berbeda-beda. Memang demikian Allah merancangkannya.

•   ada yang menjadi tangan,

•   ada yang menjadi telinga,

•   ada yang menjadi mulut,

•   ada yang menjadi kaki,

•   dan ada yang menjadi jantung.

Kita semua adalah bagian-bagian yang berbeda dalam sebuah tubuh. Semua bagian unik adanya dan memang dimaksudkan demikian oleh Allah. Allah tidak menganggap kita semua harus sama. Kesatuan dapat tercapai tanpa kesamaan. Alah tidak menyukai keseragaman.

Sungguh Allah menyukai keragaman. Pernahkah kita menyadarinya? Perhatikan orang-orang yang sehari-hari berada di sekeliling kita. Allah benar-benar menyukai keragaman. Pasti! Bisa saja Ia menciptakan seseorang yang tampak seperti kita, berpikir dan bertindak persis seperti kita di bagian dunia yang lain dan kita bahkan tidak mengetahuinya. Tetapi sepanjang sejarah, dari milyaran orang, tidak pernah ada satu orangpun yang sama persis dengan kita. Dengan raut wajah yang sama. Bahkan saudara kembar pun tidak persis sama. Ada perbedaan emosi, perbedaan pengalaman, perbedaan latar belakang, minat, persepsi, dan banyak lagi.

Allah menyukai keragaman. Allah tidak menghendaki kita sama persis satu dengan yang lain. Anda dengar itu? Allah tidak menghendaki Anda menjadi sama seperti orang lain. DIA mencintai keragaman. DIA berkata bahwa kita adalah banyak bagian dan kita semua berbeda, namun semuanya saling melengkapi. Bahwa semua orang dibutuhkan. Jadi demikianlah Tubuh Kristus. Kita semua adalah bagian dari tubuh itu dan Ia berkata bahwa semua bagian diperlukan, supaya tubuh itu menjadi lengkap. Unity itu menjadi seperti ‘jigsaw puzzle’. Jika kita sedang menyusun ‘jigsaw puzzle’ lalu ada satu bagian hilang; apa yang akan jadi pusat perhatian kita? Bagian yang hilang itu.

Ia berkata bahwa kita semua penting. Semua orang diperlukan. Anda berkata, “Saya cuma kuku kaki di Tubuh Kristus.” Pernahkah Anda kehilangan kuku kaki Anda? Anda pasti menyadarinya. Hal kecil. Jangan pernah mengacaukan hal yang tampak dan hal yang penting. Ada hal yang tampak tetapi tidak penting. Kecil. Jangan pernah mengacaukan antara hal-hal yang tampak dan hal-hal yang penting.

Ada hal yang tampak jelas tetapi tidak penting.

•   Hidung saya tampak jelas, menonjol pada wajah saya. Tetapi kita bisa saja kehilangan hidung dan masih bisa hidup seterusnya. Hidung tampak jelas tetapi tidak penting.

•   Tetapi ada bagian-bagian dalam tubuh saya seperti hati, jantung, paru-paru. Bagian-bagian itu tidak terlihat, tetapi bila kita kehilangan bagian-bagian itu; kita pasti mati.

Kadang-kadang orang berkata, “Saya orang percaya”; sesungguhnya yang harus kita katakan adalah:

•   “Saya adalah bagian dari Tubuh Kristus”

•   “Saya adalah salah satu fungsi dalam Tubuh Kristus”

•   “Saya membuat tubuh Kristus jadi lengkap”

•   “Peranan saya dalam Tubuh Kristus unik dan bermanfaat”

Itulah yang dimaksudkan menjadi bagian dari Tubuh Kritus. Kita tidak hanya sekedar percaya kepada Kritus. Anda milik Yesus; dan bukan itu saja; Anda juga milik semua orang yang menjadi milik Yesus. Kita saling memiliki dan DIA berkata bahwa kita saling membutuhkan.

Setiap kita membutuhkan orang lain.

•   Apa gunanya tangan apabila saya memotong tangan ini dan ia tergeletak di sana. Apa gunanya? Tidak ada. Terlepas menjadikannya tidak berharga.

•   Apa gunanya jika retina mata terlepas, kita tahu apa yang dilakukan retina. Tanpa retina Anda tidak dapat melihat.

Apapun yang terlepas, apabila ia tidak terhubung dengan tubuh tidak ada nilainya. Mungkin masih punya nilai, tetapi nilainya jauh berkurang.

Paulus memberikan peringatan tentang orang-orang yang secara rohani tidak terhubung. Ia berkata, “… (mereka) tidak lagi berpegang pada Kristus yang menjadi kepala.” (Kolose 2:19).

Di bawah pimpinan Kristus, seluruh tubuh dipelihara dan disatukan oleh sendiri-sendinya, serta bertumbuh menurut kemauan Allah. Lingkari kata “bertumbuh”. Kita baru akan bertumbuh apabila kita terhubung dengan tubuh Kritus.

Apa yang akan saya katakan pada Anda sekarang benar-benar radikal. Anda tidak akan pernah mendengarnya di radio. Anda tidak dapat bertumbuh secara rohani tanpa gereja. Banyak orang berpendapat hal itu mungkin.

•   “Saya tinggal mendengarkan radio Kristen”

•   “Saya menghadiri konser-konser Kristen”

•   “Saya membaca buku-buku Kristen”

Mungkin Anda memperoleh pengetahuan dalam kepala Anda, tetapi Anda tidak dapat bertumbuh tanpa terhubung dengan gereja. Mengapa? Karena Allah berkata bahwa pertumbuhan itu menyangkut kasih. Dan Anda tidak dapat mengasihi siapa pun hanya melalui radio atau melalui buku. Anda mutlak memerlukan orang-orang dalam hidup Anda.

Itulah sebabnya mengapa saya selalu berbicara tentang perlunya Anda berada dalam suatu kelompok kecil. Banyak orang mengasihi sesama secara abstrak; tetapi realitanya mereka tidak menyukai orang-orang itu. Mereka menyukai hal yang ideal tetapi bukan hal yang nyata.

•   “Tinggal bersama orang-orang terkasih di surga adalah kisah kemuliaan; tetapi tinggal bersama orang-orang yang kita kenal di bumi adalah kisah lain.”

•   “Saya suka orang-orang Kristen, saya hanya tidak berkeinginan untuk mengenal mereka.”

Apa yang terjadi di sini adalah diskoneksi – hubungan yang terputus. Perhatikanlah bahwa tangan yang terputus dari tubuhnya bukan saja tidak akan bertumbuh, bahkan menjadi jauh lebih buruk. Tangan itu akan mati. Inilah intinya, bukan hanya tak akan bertumbuh, bagian tubuh yang terlepas akan mati. Karena anggota tubuh itu tidak akan menerima aliran kehidupan dan sari makanan.

Jadi yang saya katakan pada Anda sekarang sangat penting. Bukan saja Anda membutuhkan tubuh Kristus untuk menopang Anda, seperti pada sebuah bangunan. Tetapi Anda membutuhkan tubuh Kristus untuk menerima pertumbuhan dan sari makanan dan kehidupan. Dalam satu tubuh, bagian yang tidak bersatu tidak akan bertumbuh. Bahkan secara rohani Anda akan menciut.

BERSAMBUNG

0 komentar:

Poskan Komentar